Guess who is he .__.
Namanya *titit* , senior di SMA. Aku mengenalnya sebagai organisatoris SKI masa itu. Dia baik, sama seperti kakak-kakak kelas lainnya, yang membedakan adalah kadarnya. Overdosis. Sedikit. Dia sering standby tiap aku butuh pertolongan. Diantara teman-teman yang lain rasanya dia yang paling sering nolongin aku, bahkan untuk sesuatu yang sepele pun.
Satu-satunya teman yang mau buat nerima tantangan demi baca autobiografiku yang isinya nggak ada spesialnya sama sekali, suka ngasih oreo dan naruh di motor, suka minjemin buku.. pernah di satu momen dia belain masuk sekolah buat nganter buku padahal lagi sakit, abis ngasih buku kabur deh pulang. Dia sering ngasih semangat dan motivasi ketika aku lagi down, dia sering ngalah dan pergi kalau aku lagi badmood, dia tau cara bikin aku ketawa walau dengan sesuatu yang sederhana sekali pun. Dia belum pernah marah ke aku, meski dia tidak selalu membenarkan semua tindakanku. Dia mau mengenal semua teman baikku lainnya, dia tau kapan dia harus diam dan kapan harus bersuara.
Sudah hampir tiga tahun ini berjalan, dan itu belum pernah stop. Aku tidak pernah berbuat seperti itu ke dia. Bagiku, aku teman yang gagal dalam berbalas budi. Semakin dia berbuat baik ke aku, semakin aku merasa jahat. Aku tidak tau harus membalas apa dan bagaimana. Hanya telinga dan hati yang aku sediakan kalau dia lagi butuh tempat bercerita.
Mas *titit* itu baik banget ya ke kamu. | Biasa aja perasaan *menutupi* | Iyase biasa nolongin kamu ini.... itu... blablabla | Namanya juga senior *berusaha memaklumi* | Bukan sekedar kakak senior yak.. I think he's your guardian angel | Apa itu? | Cari di google dong | fine -_-


suka naro oreo di motor :)) udah ketebak who is he yun
BalasHapus